بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبر كاته

Jumat, 16 April 2010

My Activities in the home…


KegiatanQ pagi di MA Muhammadiyah 4 Gresik dan di MTs Muhammadiyah 8 Gresik





Ngajar Ngaji kalao sore...




Wah malem mrivat anak – anak nih…



Kamis, 15 April 2010

Andai Al-Qur'an bisa bicara...


Andai Al-Qur'an bisa bicara ia akan berkata :

" Waktu kaau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku,
dengan wudhu kau sentuh aku,
dalam keadaan suci kau pegang aku,
kau baca dengan lirih dan keras.

sekarang kau telah dewasa,
nampaknya kausudah tidak berminat lagi padaku,
apakah aku bacaan usang ?
yang tinggal sejarah..?

Sekarang kau simpan aku dengan rapi,
kau biarkan aku sendiri
aku menjadi kusam dalam almari
berlapis debu,
dimakan kutu,

Kumohon peganglah aku lagi,
bacalah aku setiap hari,
sebab

aku akan jadi penerang di dalam KUBURMU,,,,...!

Teman Terbaik


Kawan, ingin aku bercerita tentang teman terbaik yang pernah kumiliki. Ayah mengenalkan aku dengannya di tiga tahun usiaku. Meski belum banyak mengerti, aku masih ingat kata-katanya, “Kapanpun dan dimanapun, jadikanlah ia peganganmu, insya Allah kamu akan selamat”. Setelah saat itu, aku mulai rajin untuk mengenalnya. Kemana pergi selalu kuajak serta. Ia bukan saja teman terbaik bagi diriku, tapi juga teman terbaik bagi semua orang, begitu cerita ibu.

Ia tidak pernah meminta diajak serta, karena semestinya kita yang membutuhkan keberadaannya kemanapun kaki melangkah. Senantiasa memberi jawaban atas semua tanya, mengoleskan kesejukan untuk setiap hati yang gersang. Bagi yang gelisah dan gundah, ia akan menjadi obat mujarab yang mampu memberikan ketenangan. Ia juga menjadi pelipur lara bagi yang bersedih. Tanpa diminta, jika kita mau, ia selalu menunjukkan jalan yang benar dengan cara yang sangat arif. Ikuti jalannya jika mau selamat atau tak perlu hiraukan peringatannya asal mau dan sanggup menanggung semua resikonya. Ia tak pernah memaksa kita untuk mematuhinya, karena itu bukan sifatnya.

Tutur katanya, indah menyejukkan, menyiratkan kebesaran Maha Pujangga dibalik untaian goretan barisan hikmah padanya. Tak ada yang sehebat ia dalam bertutur, tak ada pula yang seindah ia dalam bersapa. Hingga akhirnya, setiap yang mengenalnya, senantiasa ingin membawanya serta kemanapun. Tak peduli siang, malam, terik ataupun mendung, ia kan setia menemani. Cukup hanya dengan menyelami kedalamannya, tak terasa setitik air bening mengalir dari sudut mataku. Hingga satu masa, aku begitu mencintainya. Sungguh tiada tanding Maha Pujangga pencipta teman terbaikku ini.

Sebegitu dekatnya kami berdua, sehingga melewati satu hari pun tanpanya, hati akan kering, gersang dan merinduharu. Ada kegetiran yang terasa menyayat saat tak bersamanya, bahkan pernah aku tersesat, sejenak kemudian aku teringat pesan-pesannya, hingga aku terselamatkan dari kesesatan yang menakutkan. Di waktu lain, aku berada di persimpangan jalan yang membuatku tak tahu menentukan arah melangkah, berkatnyalah aku menemukan jalan terbaik. Entah bagaimana jika ia tak bersamaku saat itu.

Kawan, maukah mendengarkan betapa kelamnya satu masaku tanpa teman terbaikku itu?

Mulanya hanya lupa tak membawanya serta ke satu tempat. Esoknya sewaktu ke tempat yang berbeda, aku tak mengajaknya serta, karena kupikir, untuk ke tempat yang satu ini, saya merasa tak pantas membawanya serta. Saat itu saya lupa pesan ayah, “jika tak bersamanya, keselamatanmu terancam”. Esok hari dan seterusnya, entah lupa entah sudah terbiasa teman terbaik itu tak pernah lagi kuajak serta. Kubiarkan ia berhari-hari bersandar di salah satu sudut kamarku. Satu minggu, bulan berlalu dan tahun pun berganti, aku semakin lupa kepadanya, padahal ia senantiasa setia menungguku dan masih di sudut kamar hingga berdebu.

Hingga satu masa, bukan sekedar lupa. Bahkan aku mulai malu untuk mengajaknya. Disaat yang sama, semakin tak sadar jika diri ini telah jauh terseret dari jalur yang semestinya. Tapi aku tidak perduli, pun ketika seorang teman menyampaikan teguran dari teman terbaikku agar aku memperbaiki langkahku. Kubilang, ia cerewet! Terlalu mencampuri urusanku.

Begitulah kawan, Anda pasti sudah tahu akibatnya. Langkahku terseok-seok, pendirianku goyah hingga akhirnya tubuhku limbung. Mata hati ini mungkin telah mati hingga tak mampu lagi membedakan hitam dan putih. Semakin dalam aku terperosok, tanganku menggapai-gapai, nafasku sesak oleh lumpur dosa. Disaat hampir sekarat itu, mataku masih menangkap sesosok kecil sarat debu, disaat kurebahkan tubuh di kamar.

Ya! Sepertinya aku pernah mengenalnya. Teman yang pernah dikenalkan ayah kepadaku dulu. Ia yang pernah untuk sekian lama setia menemaniku kemana aku pergi. Teman terbaik yang pernah kumiliki, ia masih setia menungguku di sudut kamar, dan semakin berdebu. Kuhampiri, perlahan kusentuh kembali. “Jangan ragu, kembalilah padaku. Aku masih teman terbaikmu. Ajaklah aku kemanapun pergi” kuat seolah ia berbisik kepadaku dan menarik tanganku untuk segera menyergapnya. Ffwuhhh…!!! kuhempaskan debu yang menyelimutinya dengan sekali hembusan. Nampaklah senyum indah teman terbaikku itu.

Ingin kumenangis setelah sekian lama meninggalkannya. Ternyata, ia teramat setia jika kita menghendakinya. Kini, bersamanya kembali kurajut jalinan persahabatan. Aku tak ingin lagi terperosok, tersesat, terseok-seok hingga jatuh ke jurang yang pernah dulu aku terjatuh. Jurang kesesatan. Bersamanya, hidupku lebih damai terasa. Satu pesanku untukmu kawan, kuyakin masing-masing kita memiliki teman terbaik itu. Jangan pernah meninggalkannya, walau sesaat. Percayalah.

Materi Pelatihan Melati Tunas


Materi 1
Kepemudaan dan Kepemimpinan

Salah satu syarat yang harus dimiliki oleh pemuda dan pemimpin adalah berprinsip :
- Harus tegas pada komitmen jatidirinya untuk pemberdayaan umat di berbagai kehiduapan
- Melibatkan seluruh kader untuk rekrutmen anggota ( Pengkaderan )
- Meningkatkan kapasitas dan kwalitas kader dengan cara pelatihan secara berkala

Agenda aksi yang dicakup oleh Pemuda Muhammadiyah antara lain :
- Bidang Sosial Kemasyarakatan
- Dimensi Ekonomi
- Bidang Politik
- Bidang Kebudayaan

Hal-hal yang diperjuangkan Oleh Pemuda Muhammadiyah yaitu
- Fokus pada masalah keagamaan dan menebar pesona islam dengan cara yang kaffah dan total.


Materi 2 :
Puasa dan Tafsir Al-Qur’an

Pemuda sebagai seleksi social yang bertugas : Memberi peringatan pada orang yang hidup dan Al-Qur’an sebagai pedoman. Potensi-potensi yang ada pada diri pemuda antara lain :
- Ilmu
- Bakat

Kecerdasan antara lain :
1. Kecerdasan beriman => Manusia dilahirkan dalam keadaan fitroh
2. Kecerdasan berfikir => Manusia harus bisa berfikir jauh ke depan
3. Kecerdasan beramal => mulai dari kecil diharapkan kita sudah belajar untuk beramal
4. Kecerdasan Jiwa =>
5. Kecerdasan Tubuh
6. Kecerdasan social/bermasyarakat

“ Barang siapa memmbiasakan di waktu muda akan memekas sampai tua “
“ Bersungguh-sungguhlah jangan menjadi pemalas dan pelupa karena penyesalan itu akan ada dan oleh orang-orang yang pemalas “

Surat Maryam : 12-14
- orang yang alim dengan ilmu tak pernah kenyang
- dan akan mendapat kasih sayang yang mendalam baik dari Orang tua, Guru, maupun Masyarakat

Kiat-kiatnya menjadi generasi Qur’ani antara lain :
- orang-orang yang berbuat baik saat orang-orang berbuat jeloek
- orang yang menghidupkan sunah rasul saat orang-orang mematikan
- orang yang menambah disaat orang-orang banyak yang mengurangi

orang-orang yang diidam-idamkan surga antara lain
- orang yang membaca alqur’an
- Mengamalkan dan mengerjakan apa yang ada dan tertulis dsalam al-qur’an


Materi 3 :

Permasalahan Kader

Yang mana yang menjadi sumber masalah ?
1. Kader yang belum mengerti Muhammadiyah tapi menjadi aktifis organisasi Muhammadiyah ?
2. Kader yang mengenal Muhammadiyah tapi tidak aktif di organisasi Muhammadiyah ?

- Peran kader dan kompetensi yang dihasilkan
o Dalam gerakan tajdid di bidang aqidah dan ibadah diutuhkan kader yang bertauhid secara murni yang tidak bercampur adukkan aqidahnya dengan TBC
o Dalam gerakan dakwah dibutuhkan kader yang memiliki kompetensi baik substantive maupun metodologis

- Kompetensi Substantif
- Relatif memiliki pemahaman agama secukupnya
- Berakhlaqul karimah
- Ikhlas Li Wajhillah
- Mencintai Jama’ah
- Mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi


- Kompetensi Metodologi
- Mampu membuat perencanaan sekaligus bisa melaksanakannya

- Dalam pengelolaan organisasi dibutuhkan kader yang :
o Mengerti AD dan ART
o Berkepribadian
o Erpedoman Hidup Islami warga Muhammadiyah
Tantangan ke depan ?
- Setelah Muhammadiyah berhasil melewati usia 1 abad maka dibutuhkan format pedoman yang sesuai dengan tantangan abad ke 2 berikutnya
- Harus ada usaha kongkrit pengembangan amal usaha yang bisa menjadikan Muhammadiyah dan warganya semakin mandiri

Jumat, 09 April 2010

KegiatanQ



Kemarin ke Cuban Rondo ikuti acara Rakerpim Pengurus LPPTKA Kec dukun....

ProfilQ


NamaQ Misbakir At-Thariq
sebut saja Q Putra sang Surya
karena aku dibesarkan dari sang Surya
dialah yang menjadikanq bisa seperti sekarang
tapi tetep Allah yang Maha Kuasa